Konsep Eco Living Style pada Permukiman Tepi Sungai di Kota Banjarmasin

Paper ini disertakan pada Senvar 2011-Unibraw Malang

Abstrak

Banjarmasin merupakan kota yang berbasis budaya perairan (water culture), hal ini bisa ditelusuri dari catatan sejarah perkembangan Kota Banjarmasin. Banyaknya sungai yang mengaliri kota ini telah ada secara alami, ditambah juga adanya kanal-kanal (saluran air/kali) dan anak sungai yang banyak dibuat oleh pemerintah Belanda pada jaman penjajahan. Kanal-kanal tersebut dibuat sebagai antisipasi banjir karena kondisi topografi Kota Banjarmasin yang rendah dan berindikasi akan mengalami naiknya permukaan air laut. Sungai juga menjadi lokasi pusat pemerintahan Kerajaan Banjar di beberapa titik di sepanjang tepian sungai. Besarnya fungsi sungai dan kayanya sejarah yang tersimpan disana sehingga bisa dikatakan pertumbuhan dan perkembangan Kota Banjarmasi dapat ditelusuri dari pertumbuhan dan perkembangan permukiman tepi sungainya.Fenomena saat ini permukiman tepi sungai di Kota Banjarmasin semakin tidak terkendali, sungai yang semakin menyempit-berkurang-bahkan mati, permukiman cenderung kumuh dan tidak tertata, budaya berhuni ditepian sungai yang semakin pudar, bahkan fungsi sungai sebagai sumber air untuk MCK sudah berada pada ambang membahayakan.

Paper ini mencoba menawarkan wacana untuk menjawab fenomena yang dialami kota Banjarmasin. Wacana tersebut diberi label ‘Konsep Eco Living Style’ yaitu konsep yang menghasilkan upaya- upaya mengembalikan fungsi kawasan sungai sebagai bagian gaya hidup berhuni/bertempat-tinggal yang berwawasan lingkungan melalui arahan penataan dan pemanfaatan dari komponen-komponen yaitu ; 1)Fungsi sungai, 2)Tata bangunan, 3)Sirkulasi, 4)Ruang terbuka/area hijau, 5)Prasarana lingkungan, 6)Struktur dan konstruksi.  Komponen-komponen ini akan dikaji berdasarkan kondisi eksisting, ketentuan normatif, dan preferensi masyarakat.

Arahan penataan dengan konsep eco living style ini akan diperkaya dengan  penggalian dan peningkatan aset-aset yang dimiliki kawasan permukiman tepi sungai di Kota Banjarmasin  yaitu aset ekonomi, aset spasial, aset kultur, dan aset lingkungan. Aset-aset tersebut akan di analisis melalui matriks fungsi dengan komponen-komponen penataan sehingga akan diperoleh arahan penataan yang tepat.

Keyword : eco living style, permukiman tepi sungai, water culture, aset-aset kawasan.

6 thoughts on “Konsep Eco Living Style pada Permukiman Tepi Sungai di Kota Banjarmasin

  1. Saya tertarik dengan kebudayaan sungai, saya ingin mempelajari perkembangan dan perubahannya dari masa dulu hingga kini sebagai modal saya mengerjakan tugas, bisakah saya mendapatkan tulisan ibu ini secara lengkap? sangat bagus, terimakasih bu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s