Jejak Hubungan Arsitektur Tradisional Suku Banjar dan Suku Bakumpai

  

Paper ini dimuat pada Jurnal DIMENSI Petra (Jurnal Teknik Arsitektur), Vol 36, No 1 (2008)

Ira Mentayani

^^Abstrak^^

Penelitian ini didasari fenomena adanya rumah tradisional suku Banjar di wilayah kediaman suku Bakumpai. Penelitian ini membandingkan antara 15 sampel rumah tradisional di wilayah Kota Marabahan dan 62 rumah tradisional di wilayah Kota Banjarmasin. Dari hasil pengamatan lapangan, diperoleh hasil bahwa terdapat 5 (lima) tipe rumah tradisional yang sama di kedua wilayah. Ke-5 tipe rumah tradisioanl tersebut merujuk pada referensi 11 (sebelas) tipe rumah tradisional yang ada di wilayah suku Banjar. Lima tipe rumah tersebut adalah (1) tipe Bubungan Tinggi, (2) tipe Balai Bini, (3) tipe Palimasan, (4) tipe Cacak Burung, dan (5) tipe Joglo.

Berdasar analisis perbandingan diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antar kedua wilayah. Hubungan tersebut ditunjukan oleh kesamaan organisasi ruang, bentuk atap, nama ruang, fungsi ruang, struktur dan kontruksi, serta adanya ornamen. Namun demikian perbedaan tetap ada, yaitu pada aspek dimensi dan ragam hias.motif ukiran. Sedangkan dari aspek kesejarahan, bukti catatan sejarah menjelaskan bahwa perkembangan arsitektur tradisional suku Bakumpai berkembang mendahului perkembangan arsitektur tradisional suku Banjar.  Paper lengkap bisa di unduh disini http://203.189.120.190/ejournal/index.php/ars/article/viewFile/16974/16957.

Kata kunci: Suku Banjar, Suku Bakumpai, Hubungan Arsitektural dan Sejarah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s