Anatomi Ruang Rumah Tradisional Banjar ; Studi Kasus Rumah Bubungan Tinggi

Ira Mentayani, Bani Noor Muchamad, MT.

ABSTRAK

Tulisan ini ditujukan untuk menguraikan tipe-tipe arsitektur tradisional Banjar di Kalimantan Selatan. Dengan metode analisis deskriptif, diperoleh gambaran anatomi ruang pada tipe arsitektur Rumah Bubungan Tinggi. Arsitektur Rumah Bubungan Tinggi sendiri adalah salah satu tipe arsitektur tradisional Banjar yang ada. Dari anatomi ruang tipe Rumah Bubungan Tinggi, diharapkan diketahui juga anatomi ruang untuk tipe lainnya, baik kesamaan maupun perbedaannya. Tipe Rumah Bubungan Tinggi dipilih karena merupakan rumah tinggal raja/sultan.Dari analisis diperoleh bahwa ruang pada tipe Rumah Bubungan Tinggi terbagi atas 4 kelompok ruang, yaitu kelompok ruang pelataran, kelompok ruang tamu, kelompok ruang hunian, dan kelompok ruang pelayanan. Masing-masing kelompok masih terbagi atas beberapa ruang yang memiliki kedekatan fungsi. Namun demikian, nama ruang tidak didasarkan fungsi semata. Terdapat dua alasan pemberian nama, yaitu berdasar posisi terhadap bagian bangunan dan pola kehidupan sehari-hari berdasar kondisi lingkungan alam setempat.
Kata kunci: arsitektur tradisional Banjar, anatomi ruang, Rumah Bubungan Tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s