Makna Sungai bagi Pemukim Tepian Sungai di Kota Banjarmasin

 Paper ini dipublikasikan pada Proceeding Seminar Nasional Perumahan dan Permukiman dalam Pembangunan Kota, ITS – Surabaya, 2010

Ira Mentayani

^^Abstrak^^

Penelitian ini bertujuan menjelaskan sejauh mana sungai masih memiliki makna bagi pembentukan ruang (space) dan bentuk(form) pada permukiman tepian sungai. Hal ini didasari fenomena perkembangan kota dan permukimannya yang semakin cepat. Makna sungai disini dinilai berdasar pandangan masyarakat yang tinggal di tepian sungai yang tercermin dari kehidupan sehari-hari dan implikasinya pada desain permukiman mereka.

Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, dan mengambil lokasi di Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin. Dari hasil penelitian, dapat dijelaskan bahwa kebermaknaan sungai sebagai pemenuhan kebutuhan primer (sumber air minum, orientasi rumah ke sungai) sudah sangat dimarjinalkan, kecuali untuk kebutuhan ibadah (wudhu) sungai masih sangat bermakna. Sedangkan kebermaknaan sungai pada ruang (space) dan bentuk (form) permukiman mengalami metamofosis arsitektural yang ditandai oleh perubahan; orientasi bangunan, lay out fungsi, material dan konstruksi bangunan, serta perubahan perilaku penghuni yang menyertai ruang dan bentuk permukiman yang baru tersebut.

Kata kunci: permukiman tepi sungai, makna sungai, metamorfosis arsitektural.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s