Archive | Agustus 7, 2011

Arsitektur Tepian Sungai : Potret Life Style Masyarakat di Kota Banjarmasin

 

Paper ini dipublikasikan pada Proceeding Seminar Nasional dan Workshop Scan#2 – 2011. Life Style and Architecture. PS. Arsitektur. FT-Universitas Atmajaya.

Ira Mentayani & Budi Prayitno

Abstrak 

Masyarakat di Kota Banjarmasin dikenal dengan masyarakat berkebudayaan sungai. Hal ini dapat dikenali dari wadah dan aktifitas mereka yang selalu berkaitan dengan sungai dan menjadi life style mereka. Seiring perkembangan jaman life style tersebut mulai memudar, sehingga diperlukan penelusuran kembali sebagai upaya prediksi dalam merencanakan dan mengembangkan permukiman di tepian sungai. Penelusuran tersebut diawali dari arsitektur tepian sungai sebagai wadah berkembangnya sebuah permukiman. Baca lebih lanjut

Tipomorfologi Rumah di Atas Air (lanting) kota Banjarmasin

    

Catatan: makalah lengkap dipublikasikan dalam Proceeding Seminar Nasional Metodologi Riset dalam Arsitektur – Jur.Arsitektur. FT-Universitas Udayana – Bali, Juni 2010

Ira Mentayani

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tipologi (kesamaan ciri khas secara formal dari sekelompok obyek) dan morfologi (studi tentang bentuk) dari salah satu arsitektur tradisional Banjar yaitu Rumah Lanting. Dalam penelitian ini diperoleh 5 tema temuan yang dapat menjelaskan tipomorfologi dari 60 sampel rumah lanting yang ada. Tema-tema yang ditemukan adalah (1) Rumah lanting adalah rumah warisan, (2) Rumah lanting sebagai wadah usaha, (3) Rumah lanting adalah rumah dengan konsep yang sangat memperhatikan fungsionalisasi ruang, (4) Rumah lanting adalah rumah yang memiliki konstruksi dan material kontemporer, (5) Rumah lanting memiliki bentuk dan karakteristik arsitektur vernakular. Baca lebih lanjut

Makna Sungai bagi Pemukim Tepian Sungai di Kota Banjarmasin

 Paper ini dipublikasikan pada Proceeding Seminar Nasional Perumahan dan Permukiman dalam Pembangunan Kota, ITS – Surabaya, 2010

Ira Mentayani

^^Abstrak^^

Penelitian ini bertujuan menjelaskan sejauh mana sungai masih memiliki makna bagi pembentukan ruang (space) dan bentuk(form) pada permukiman tepian sungai. Hal ini didasari fenomena perkembangan kota dan permukimannya yang semakin cepat. Makna sungai disini dinilai berdasar pandangan masyarakat yang tinggal di tepian sungai yang tercermin dari kehidupan sehari-hari dan implikasinya pada desain permukiman mereka. Baca lebih lanjut

Ekspresi Ruang Kugy dalam Novel Perahu Kertas

“kenangan adalah hantu di sudut pikir”..:-)

 
Paper ini terpilih sbg 10 makalah yang dipublikasikan dalam Proceeding Seminar Seks dan Arsitektur. Jurusan Arsitektur Univ.Tarumanegara, Maret 2010.
                                                               Ira Mentayani

Abstrak

Makalah ini berisi opini peneliti yang mencoba menterjemahkan alur cerita novel Perahu Kertas dalam sensasi ruang berpikir arsitektur. Opini yang mencoba menyamakan ruang gerak berpikir estetika dalam merancang dengan ruang berpikir dalam menulis sebuah novel. Novel Perahu Kertas Karya Dee mampu membuat pembaca merasa merasuk dalam setiap kata-kata dan alur ceritanya. Banyak ruang renung yang tercipta di dalamnya. Ruang yang mampu membuat kita berkelana dalam khayal sebebas-bebasnya. Bukankah khayal ini yang seringkali kita impikan ketika kita merancang bangunan, rumah bahkan ruang dalam skala terkecil sekalipun. Seperti kata (Betsky & Adigard, 2000: 3.5) bahwa bangunan yang baik dapat membuat kita menginginkannya. Baca lebih lanjut